Dari Desa Mentawak Menebar Dakwah Digital, Abdul Kholik Bangun Generasi Islami Lewat Pendidikan dan Literasi
Oleh: Redaksi
MERANGIN – Di era ketika media sosial menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari, dakwah tidak lagi hanya disampaikan dari mimbar masjid. Perkembangan teknologi justru membuka ruang yang lebih luas untuk menyebarkan nilai-nilai Islam kepada masyarakat. Hal itulah yang mendorong Abdul Kholik, dai dan pendidik asal Desa Mentawak, Kecamatan Nalo Tantan, Kabupaten Merangin, Jambi, untuk menjadikan platform digital sebagai media dakwah sekaligus sarana edukasi.
Melalui kanal YouTube Jejak Kang Kholik, akun Facebook dan Instagram Kang Kholik, serta TikTok SobatBuyer dan ItaShop, Abdul Kholik secara konsisten membagikan konten dakwah, motivasi, pendidikan, hingga inspirasi kehidupan. Aktivitas tersebut menjadikannya dikenal sebagai salah satu penggerak dakwah digital di wilayah Kabupaten Merangin.
"Media sosial bukan hanya tempat mencari hiburan. Jika dimanfaatkan dengan baik, media sosial dapat menjadi ladang amal jariyah melalui penyebaran ilmu dan kebaikan," ujar Abdul Kholik.
Tidak hanya aktif di dunia digital, Abdul Kholik juga mendedikasikan dirinya dalam pengembangan pendidikan Islam. Ia mendirikan dan mengembangkan Sekolah Islam Terpadu Nurul Balad, yang kini membina peserta didik mulai dari TKIT Nurul Balad, SDIT Nurul Balad, SMPIT Nurul Balad, hingga Pondok Pesantren Nurul Balad.
Menurutnya, pendidikan merupakan investasi terbesar dalam membangun masa depan bangsa. Karena itu, lembaga yang dibangunnya tidak hanya berorientasi pada prestasi akademik, tetapi juga menanamkan akhlak mulia, kedisiplinan, kemandirian, dan kecintaan kepada Al-Qur'an sejak usia dini.
Selain mengelola lembaga pendidikan, Abdul Kholik juga aktif melayani masyarakat dalam berbagai kegiatan keagamaan. Ia dipercaya menjadi salah satu khatib di Masjid Baitul Ikhlas serta sering mengisi ceramah, memimpin yasinan, pengajian, dan berbagai kegiatan keagamaan lainnya. Di berbagai acara masyarakat, ia juga dikenal sebagai pembawa acara (MC) yang kerap memandu kegiatan keagamaan maupun acara keluarga.
Kiprahnya tidak berhenti di dunia pendidikan dan dakwah. Abdul Kholik juga aktif menulis buku sebagai bagian dari upaya membangun budaya literasi. Beberapa karya yang telah diterbitkannya antara lain Sesuai Prasangkamu, Keyakinan Menjadi Kenyataan, 5000 Membawa Maut, Surat Wasiat dari Ayah untuk Anakku, serta sejumlah karya cerita pendek yang mengangkat nilai-nilai moral dan pendidikan.
Baginya, menulis adalah bentuk dakwah yang akan terus hidup meskipun penulisnya telah tiada.
"Saya berharap ilmu yang ditulis dapat terus dibaca, dipelajari, dan menjadi manfaat bagi banyak orang. Dakwah tidak hanya melalui lisan, tetapi juga melalui tulisan yang menginspirasi," tuturnya.
Di tengah pesatnya arus digitalisasi, Abdul Kholik melihat tantangan sekaligus peluang bagi umat Islam untuk memanfaatkan teknologi secara positif. Ia meyakini bahwa media digital dapat menjadi sarana membangun generasi yang berilmu, berakhlak, dan memiliki karakter Islami apabila digunakan secara bijaksana.
Berangkat dari sebuah desa di Kecamatan Nalo Tantan, Abdul Kholik terus membuktikan bahwa semangat pengabdian tidak dibatasi oleh letak geografis. Melalui pendidikan, dakwah digital, literasi, dan pengabdian kepada masyarakat, ia berupaya menghadirkan manfaat yang lebih luas bagi umat.
Di tengah perubahan zaman, sosok seperti Abdul Kholik menunjukkan bahwa teknologi dapat berjalan beriringan dengan nilai-nilai keislaman. Dari ruang kelas, mimbar masjid, halaman buku, hingga layar gawai, ia terus mengajak masyarakat untuk belajar, berkarya, dan menebarkan kebaikan.




















.jpeg)

.jpeg)

.jpeg)

.jpeg)




.jpeg)

.jpeg)


.jpeg)











